Crowding Effect: Membesar Atau Mati

Posted on

Catatan Iman Supriyono

Oleh: Iman Supriyono, CEO SNF Consulting

Walau kini bekerja sebagai konsultan manajemen, saya tetaplah insinyur lulusan Teknik Mesin ITS. Jadi saya serius juga belajar tentang teknologi. Pendidikan di kampus berlogo tugu pahlawan ini sangat mewarnai kehidupan saya. Sepanjang hidup, saya pernah mendesain sebuah peralatan mekanik yang sangat membantu dan mempercepat pekerjaan bapak ibu saya di desa dalam memproduksi brem, makanan tradisional khas Madiun. Itulah gambaran tentang jiwa keinsinyuran saya.

Nah…sebagai seorang insinyur, kali ini saya ingin bertanya kepada Anda para pembaca yang baik. Seandainya saya memproduksi sepeda motor bermerek Imansu dengan spesifikasi dan kualitas seperti Honda Beat dan saya jual dengan harga juga seperti motor paling laris ini, apakah Anda mau membelinya?

Ini kira-kira reaksi Anda terhadap pertanyaan saya itu. Paling tidak Anda akan menanyakan lima hal  berikut ini: perusahaan leasing apa saja yang sudah bekerja sama, dimana saja bengkel perawatan resminya, bagaimana ketersediaan suku cadang-nya, bagaimana harga jual motor…

Lihat pos aslinya 365 kata lagi

Iklan

Lapis-lapis Keberkahan

Posted on

Selamat datang di lapis-lapis keberkahan. Kita akan mengupas beriris-iris asas makna, hingga mampu mengemudi hati di jalan lurus agar mesra dengan-Nya dalam ringkasnya hidup.

Selamat datang di lapis-lapis keberkahan. Kita akan menata bertumpuk-tumpuk bahan karya hingga seayat ilmu memandu setitis rizqi, setitis rizqi membekali segerak amal, dan segerak amal memperindah seisi bumi.

Selamat datang di lapis-lapis keberkahan. Kita akan mencicipi bersusun-susun rasa surga dalam sesosok pribadi, serumah keluarga, hingga selingkung negara.

Memburu berkah amatlah berat, tapi justru di dalamnyalah ada banyak rasa nikmat

Salim A. Fillah

Lir Ilir

Posted on Updated on

Lir ilir, lir ilir. Tandure wis sumilir
Bangun, bangunlah (dari keterpurukan). Saatnya telah tiba

Tak ijo royo-royo tak sengguh kemanten anyar
Panji Islam mulai berkembang, menarik hati semua orang

Cah angon, cah angon penekno blimbing kuwi
Wahai para pemuda, amalkan Islam dengan benar

Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
Mesti berat perjuangan, tetaplah terus berbuat (amal), untuk menyucikan jiwamu

Dodotiro, dodotiro kumitir bedahing pinggir
Saat pakaian (akhlakmu) terkoyak

Domdomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Perbaikilah, sempurnakanlah (Islammu), demi masa depan (akhirat)

Mumpung gede rembulane, mumpung jembar kalangane
Senyampang usiamu masih muda, selagi masih ada kesempatan

Yo sorako, sorak hiyo
Hingga kita temui kebahagiaan

Retrospective Meeting – Scrum Series

Posted on

Semenjak bekerja di salah satu software development company, saya menemukan banyak ilmu & wawasan baru, khususnya yang digunakan pada software development. Selain hal-hal yang berbau teknikal, saya juga mendapat wawasan tentang manajemen perangkat lunak, salah satunya Scrum yang bisa dibaca di artikel saya sebelumnya. Ada banyak rangkaian meeting yang dilakukan pada Scrum, tetapi di sini saya akan fokus pada “Retrospective Meeting”.

Sprint Retrospective Meeting (Retro) merupakan meeting yang dilakukan oleh tim di akhir rangkaian meeting selesai dalam 1 sprint. Retro merupakan meeting yang digunakan oleh anggota tim untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja tim tanpa membahas tentang fungsional sistem maupun teknikal. Jadi, bisa diibaratkan Retro merupakan ajang “curhat” bagi tim demi performa yang lebih baik pada sprint selanjutnya.

Langkah awal adalah mengumpulkan anggota tim. Dalam suatu kasus anggota tim bisa saja berada di kota atau negara yang berbeda sehingga tidak mungkin dikumpulkan pada suatu ruangan. Salah satu langkah yang efektif adalah membentuk sebuah conference call (contoh: skype, lync) dan menggunakan tool Pointing Poker. Pada halaman pointing poker, pilih menu ‘Retro’.

Memulai Retro dengan Pointing Poker
Memulai Retro dengan Pointing Poker

Baca entri selengkapnya »

Tutup Buku Tahun 2014

Posted on

Bismillah, akhirnya kita telah sampai pada awal tahun 2015 Masehi yang bertepatan dengan tahun 1436 Hijriah. Akhirnya berakhir pula tahun 2014 dengan segala dinamikanya. Alhamdulillah di tahun 2015 ini saya menjalani kehidupan babak baru, kehidupan pasca kampus yang telah menanti tantangan dan dinamika hidup harus saya lewati. Alhamdulillah saya banyak belajar dari peristiwa-peristiwa di tahun 2014. Dimulai bulan Desember 2013 – Januari 2014 yang saya disibukkan dengan proyek bersama dosen pada sebuah instansi pemerintahan di Surabaya, kemudian pengerjaan Tugas Akhir pada awal bulan Februari – Mei 2014. Dilanjutkan dengan sidang akhir pada Juni 2014, dan kemudian wisuda pada bulan September 2014.

Sebenarnya selain untuk menambah pengalaman, mengerjakan proyek bersama dosen juga digunakan menjadi “lumbung rezeki” dalam rangka menopang pengerjaan Tugas Akhir. Padahal proposal telah diajukan pada bulan November 2013, dan pengerjaan baru dimulai bulan Februari 2014. Sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir yang uang jajannya mulai dikurangi oleh orang tua, pengalaman ini sangatlah berharga, perjuangannya benar-benar terasa, bahkan sampai saat ini. :p Baca entri selengkapnya »

Journey to PhD (12) – Manajemen waktu mahasiswa S3

Posted on

Menjadi Sederhana Itu Indah...

Bismillah…

Ini adalah rangkuman cerita bertajuk Journey to PhD”. Semua tulisan dalam tema ini akan mengangkat kisah studi saya hingga memperoleh gelar PhD -Insya Allah-

Ada hal menarik yang sangat ingin saya bagi kepada para pembaca cerita “Journey to PhD”, bagian ini akan banyak manfaatnya jika berhasil dilakukan oleh siapapun, dengan latar belakang pekerjaan apapun. Sederhana sebenarnya, ini tentang MANAJEMEN WAKTU. Ada beberapa hal menarik untuk diaplikasikan dari pola manajemen waktu saya, yang dalam bukti record catatan saya sudah memasuki  hari ke-55. Dalam ilmu psikologis, kebiasaan seseorang bisa dibangun dalam waktu minimal 21 hari. Saya sengaja baru share proses menata waktu saya selama PhD kepada pembaca semua ketika manajemen waktu saya ini sudah menjadi kebiasaan dalam hidup saya.

Walau baru memasuki hari ke-55, banyak hal yang bisa diambil pelajaran dari para pembaca. Saya berharap tips yang akan saya berikan ini direalisasikan oleh siapapun yang membutuhkan.

Mari kita mulai!

photo0005

Lihat pos aslinya 2.294 kata lagi

Coffitivity, Boost Your Creativity

Posted on

Bagi para pembaca yang notabene merupakan orang yang sibuk dan sering meeting dengan orang lain baik itu dalam rangka mengerjakan tugas maupun urusan bisnis tentu sering dong datang ke cafe. Cafe? Ya, tempat ini sering digunakan bagi orang-orang untuk berkumpul untuk urusan tertentu ataupun hanya sekedar mengisi perut. Coba deh bayangkan, kira-kira bagaimana suasana di cafe saat kondisi ramai. Tentunya cafe penuh dengan orang dan ramai dengan segala perbincangannya masing-masing. Nah, ternyata menurut riset dari Chicago Jurnals, ternyata keramaian di cafe justru dapat meningkatkan kreativitas kita dalam bekerja. Lho kok bisa? Ya bisa. Serunya, sekarang kita bisa menikmati suasana cafe di manapun kita berada dengan Coffitivity.

situs-coffitivity
Halaman situs Coffitivity – bisa diakses di https://www.coffitivity.com/

Baca entri selengkapnya »