Lir Ilir

Posted on Updated on

Lir ilir, lir ilir. Tandure wis sumilir
Bangun, bangunlah (dari keterpurukan). Saatnya telah tiba

Tak ijo royo-royo tak sengguh kemanten anyar
Panji Islam mulai berkembang, menarik hati semua orang

Cah angon, cah angon penekno blimbing kuwi
Wahai para pemuda, amalkan Islam dengan benar

Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
Mesti berat perjuangan, tetaplah terus berbuat (amal), untuk menyucikan jiwamu

Dodotiro, dodotiro kumitir bedahing pinggir
Saat pakaian (akhlakmu) terkoyak

Domdomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Perbaikilah, sempurnakanlah (Islammu), demi masa depan (akhirat)

Mumpung gede rembulane, mumpung jembar kalangane
Senyampang usiamu masih muda, selagi masih ada kesempatan

Yo sorako, sorak hiyo
Hingga kita temui kebahagiaan

Retrospective Meeting – Scrum Series

Posted on

Semenjak bekerja di salah satu software development company, saya menemukan banyak ilmu & wawasan baru, khususnya yang digunakan pada software development. Selain hal-hal yang berbau teknikal, saya juga mendapat wawasan tentang manajemen perangkat lunak, salah satunya Scrum yang bisa dibaca di artikel saya sebelumnya. Ada banyak rangkaian meeting yang dilakukan pada Scrum, tetapi di sini saya akan fokus pada “Retrospective Meeting”.

Sprint Retrospective Meeting (Retro) merupakan meeting yang dilakukan oleh tim di akhir rangkaian meeting selesai dalam 1 sprint. Retro merupakan meeting yang digunakan oleh anggota tim untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja tim tanpa membahas tentang fungsional sistem maupun teknikal. Jadi, bisa diibaratkan Retro merupakan ajang “curhat” bagi tim demi performa yang lebih baik pada sprint selanjutnya.

Langkah awal adalah mengumpulkan anggota tim. Dalam suatu kasus anggota tim bisa saja berada di kota atau negara yang berbeda sehingga tidak mungkin dikumpulkan pada suatu ruangan. Salah satu langkah yang efektif adalah membentuk sebuah conference call (contoh: skype, lync) dan menggunakan tool Pointing Poker. Pada halaman pointing poker, pilih menu ‘Retro’.

Memulai Retro dengan Pointing Poker
Memulai Retro dengan Pointing Poker

Baca entri selengkapnya »

Tutup Buku Tahun 2014

Posted on

Bismillah, akhirnya kita telah sampai pada awal tahun 2015 Masehi yang bertepatan dengan tahun 1436 Hijriah. Akhirnya berakhir pula tahun 2014 dengan segala dinamikanya. Alhamdulillah di tahun 2015 ini saya menjalani kehidupan babak baru, kehidupan pasca kampus yang telah menanti tantangan dan dinamika hidup harus saya lewati. Alhamdulillah saya banyak belajar dari peristiwa-peristiwa di tahun 2014. Dimulai bulan Desember 2013 – Januari 2014 yang saya disibukkan dengan proyek bersama dosen pada sebuah instansi pemerintahan di Surabaya, kemudian pengerjaan Tugas Akhir pada awal bulan Februari – Mei 2014. Dilanjutkan dengan sidang akhir pada Juni 2014, dan kemudian wisuda pada bulan September 2014.

Sebenarnya selain untuk menambah pengalaman, mengerjakan proyek bersama dosen juga digunakan menjadi “lumbung rezeki” dalam rangka menopang pengerjaan Tugas Akhir. Padahal proposal telah diajukan pada bulan November 2013, dan pengerjaan baru dimulai bulan Februari 2014. Sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir yang uang jajannya mulai dikurangi oleh orang tua, pengalaman ini sangatlah berharga, perjuangannya benar-benar terasa, bahkan sampai saat ini. :p Baca entri selengkapnya »

Journey to PhD (12) – Manajemen waktu mahasiswa S3

Posted on

Originally posted on Menjadi Sederhana Itu Indah...:

Bismillah…

Ini adalah rangkuman cerita bertajuk Journey to PhD”. Semua tulisan dalam tema ini akan mengangkat kisah studi saya hingga memperoleh gelar PhD -Insya Allah-

Ada hal menarik yang sangat ingin saya bagi kepada para pembaca cerita “Journey to PhD”, bagian ini akan banyak manfaatnya jika berhasil dilakukan oleh siapapun, dengan latar belakang pekerjaan apapun. Sederhana sebenarnya, ini tentang MANAJEMEN WAKTU. Ada beberapa hal menarik untuk diaplikasikan dari pola manajemen waktu saya, yang dalam bukti record catatan saya sudah memasuki  hari ke-55. Dalam ilmu psikologis, kebiasaan seseorang bisa dibangun dalam waktu minimal 21 hari. Saya sengaja baru share proses menata waktu saya selama PhD kepada pembaca semua ketika manajemen waktu saya ini sudah menjadi kebiasaan dalam hidup saya.

Walau baru memasuki hari ke-55, banyak hal yang bisa diambil pelajaran dari para pembaca. Saya berharap tips yang akan saya berikan ini direalisasikan oleh siapapun yang membutuhkan.

Mari kita mulai!

photo0005

View original 2.294 more words

Coffitivity, Boost Your Creativity

Posted on

Bagi para pembaca yang notabene merupakan orang yang sibuk dan sering meeting dengan orang lain baik itu dalam rangka mengerjakan tugas maupun urusan bisnis tentu sering dong datang ke cafe. Cafe? Ya, tempat ini sering digunakan bagi orang-orang untuk berkumpul untuk urusan tertentu ataupun hanya sekedar mengisi perut. Coba deh bayangkan, kira-kira bagaimana suasana di cafe saat kondisi ramai. Tentunya cafe penuh dengan orang dan ramai dengan segala perbincangannya masing-masing. Nah, ternyata menurut riset dari Chicago Jurnals, ternyata keramaian di cafe justru dapat meningkatkan kreativitas kita dalam bekerja. Lho kok bisa? Ya bisa. Serunya, sekarang kita bisa menikmati suasana cafe di manapun kita berada dengan Coffitivity.

situs-coffitivity
Halaman situs Coffitivity – bisa diakses di https://www.coffitivity.com/

Baca entri selengkapnya »

Genymotion, The Faster Android Emulator

Posted on Updated on

Kali ini saya menulis beberapa hasil yang saya dapatkan dari aktivitas saya selama 2 hari ini. Jadi selama sebulan ini saya mengikuti training di perusahaan yang berlokasi di Yogyakarta. Di sini saya mendapatkan berbagai pengalaman baru, khususnya bagaimana caranya membuat sebuah perangkat lunak dengan baik dan benar, serta tentunya mengikuti kaidah-kaidah yang baku. Selama sebulan berkutat dengan teknologi .NET (khususnya ASP .NET MVC, Entity Framework, Reporting) tidak serta merta pada saat tahap On Job Training akan ditempatkan di .NET. Justru malah saya ditempatkan di divisi Mobile Programming (Android), hoho.

Bagi teman-teman yang terbiasa bekerja dengan Android SDK tentu sudah tahu bahwa emulator yang disediakan Android SDK sangat “lambat” saat digunakan untuk melakukan compile aplikasi. Nah, setelah berdiskusi dengan senior tentang keluh kesah seputar emulator, ternyata ada juga emulator Android yang cepat dan responsive saat digunakan. Emulator ini terkenal dengan nama Genymotion. Berbeda dengan emulator bawaan Android SDK, untuk menjalankan Genymotion dibutuhkan sebuah Virtual Machine (VM), VirtualBox. Genymotion dapat diunduh cuma-cuma di situs http://www.genymotion.com/.

Genymotion
Genymotion – screenshot diambil langsung dari http://www.genymotion.com/

Sebelum menggunakan Genymotion, kita diharuskan untuk mendaftar terlebih dahulu. Setelah selesai melakukan registrasi, kita dapat mengakses halaman download. Di sini tersedia pilihan untuk berbagai platform. Selain itu, tersedia juga Genymotion yang ditujukan untuk plugin Eclipse. Sayang untuk plugin Eclipse saat ini sudah tidak bisa digunakan. Oke, setelah selesai download, segera jalankan Genymotion sesuai dengan platform yang dipilih. Contoh di sini menggunakan Genymotion versi Windows. Setelah selesai menginstal, akan dihadapkan pada tampilan seperti ini (jangan lupa login terlebih dahulu. So, koneksi internet sangat dibutuhkan di sini). Baca entri selengkapnya »

Scrum Methodology

Posted on

Dalam sebuah proses pengembangan perangkat lunak, dibutuhkan proses-proses yang saling terintegrasi yang dimulai dari tahap requirement, design, implementasi, testing sampai dengan deployment. Metodologi yang umum digunakan di Indonesia saat ini yakni menggunakan RUP (Rational Unified Process), di mana tahap-tahap di atas dilakukan secara urut dan terstruktur. Tetapi, seringkali pada proses pengembangan perangkat lunak, ada banyak perubahan yang terjadi karena dinamika perusahaan yang memungkinkan adanya penambahan requirement (permintaan). Kalau sudah begini, jika menggunakan metodologi RUP, tim developer akan mengalami kesulitan jika dihadapkan pada banyaknya perubahan yang terjadi. Untuk menyelesaikan problem inilah, metodologi Scrum diciptakan. Apa metodologi Scrum itu? Apa yang membedakannya dengan RUP?

Scrum Framework
Scrum! – ilustrasi diambil dari http://www.scrumhint.com/agile-glossary/

Scrum saat ini menjadi alternatif yang mulai banyak digunakan dalam proses pengembangan perangkat lunak. Scrum sendiri sebenarnya adalah sebuah framework yang mengimplementasikan proses Agile Development. Untuk menjelaskan bagaimana Scrum mengubah paradigma dalam proses bekerja dan apa perbedaannya dengan RUP, saya akan mencontohkan dengan sebuah ilustrasi berikut.

Sebuah development team beranggotakan sekitar 5 orang, dibagi berdasarkan tahap-tahap yang dilakukan pada proses software development, yakni proses Requirement, Design, Implementation, Testing, dan Deployment. Beberapa saat kemudian tim ini menerima sebuah project dari klien, di mana tim diminta untuk membuat sebuah aplikasi untuk membantu proses bisnis yang klien minta. Karena tim sadar bahwa sang klien adalah seorang petinggi perusahaan yang sedang berkembang, maka tim memutuskan untuk menggunakan Scrum karena kelebihannya yang dapat menerima berbagai perubahan yang mungkin akan muncul pada proses pengembangan aplikasi.

Baca entri selengkapnya »