ITB

Repertoar Gerakan Mahasiswa

Posted on

Repertoar Gerakan Mahasiswa, ini merupakan salah satu judul buku yang saya dapatkan ketika masih berada di Bandung bulan Juli lalu. Sudah jadi kebiasaan bila datang ke sebuah kota saya berusaha menyempatkan diri untuk mencari buku yang mungkin saya tidak ditemui di kota lain. Buku ini saya dapatkan ketika saya berkunjung ke Tokema ITB, toko yang menjual souvenir khas ITB. Niat awal saya sih membelikan oleh-oleh untuk adik saya yang saat ini sudah duduk di kelas 3 SMA, dan sekarang ini sedang menggebu-nggebu ingin masuk ke ITB. Nah sebagai kakak yang baik sudah sepantasnya mendukung penuh, salah satu caranya adalah membeli jaket yang ada embel-embel ITB-nya, biar tambah semangat dan semakin termotivasi untuk belajar 😀

Nah, sesaat akan keluar Tokema setelah selesai belanja, saya melihat-lihat rak buku di dekat pintu. Ternyata Tokema ITB juga menjual beberapa buku-buku, salah satunya buku yang saya beli ini. Dengan warna hijau pekat, mengundang saya untuk melihat, mengamati, memandang, membaca daftar isi, membaca beberapa isi buku, sampai akhirnya memutuskan untuk membeli. Buku repertoar ini merupakan kumpulan kajian yang dilakukan oleh teman-teman aktivis ITB. Isinya sangat beragam. Ada 15 bab yang mengupas seputar permasalahan bangsa ini dan kritisinya. Tentunya dengan gaya bahasa yang renyah dan mudah untuk dipahami. Apa saja ke-15 bab yang dikupas? ini dia. Baca entri selengkapnya »

Kota Bandung #3 – ITB

Posted on

Hari Ketiga, Selasa, 25 Juni 2013. Masih minggu pertama, yang berarti masih libur. Walaupun begitu, saya sudah berkomunikasi dengan pembimbing via email, dan langsung ditugasi untuk mencari informasi terkait lab dan tempat saya bekerja minggu depan. Oke, saya akan melanjutkan cerita seputar petualangan di Bandung. Walaupun sebagai dari kami berempat sudah pernah berkunjung, tetap kurang lengkap rasanya bila kami tidak berkunjung ke ITB (Institut Teknologi Bandung). Bagi saya sendiri, lega rasanya akhirnya dapat berkunjung ke 4 perguruan tinggi besar di Indonesia. Setelah UGM, ITS (kampus sendiri), UI, dan akhirnya tahun ini dapat ke ITB. Dari Gegerkalong, kami menggunakan angkot jurusan Cicaheum-Ledeng, cukup bayar 3000 rupiah.

Sesampainya di ITB kami masuk lewat pintu belakang, dekat sekolah bisnis dan manajemennya ITB. Setelah beberapa waktu berjalan, sampai juga kami di Taman Ganesha, pusatnya ITB. Nah, di sini saya ingin membandingkan dengan kondisi sekitar di ITS. Di ITB, lahan parkir terletak di pinggiran kampus, dan untuk mengakses ke lokasi kuliah kita harus jalan kaki. Bagi mahasiswa yang masuk ke kampus lewat gerbang depan, langsung disambut oleh hijaunya taman. Di sekeliling terdapat lapangan basket dan gazebo bagi mahasiswa yang ingin berolahraga atau sekedar nongkrong. Sedangkan di ITS, parkir terletak terpisah di masing-masing jurusan / fakultas. Jadi kendaraan bisa masuk di seluruh area kampus. Sempat membayangkan bila ITS menerapkan area parkir seperti ITB, bagus memang, tapi para civitas ITS akan merasakan panasnya cuaca Surabaya yang luar biasa menyengat. Bila dibandingkan dengan ITS, area ITB tidak terlalu besar, tetapi pemanfaatan lahannya dilakukan dengan maksimal sehingga tidak ada lahan kosong. Ini juga bisa jadi potensi bagi ITS, dengan lahan yang sedemikian luas, masih sangat potensial untuk membangun lingkungan kampus yang nyaman dan representatif untuk kegiatan akademik maupun non-akademik.

Dan inilah kondisi Taman Ganesha ITB 😀

Gazebo @Taman Ganesha
Gazebo @Taman Ganesha ITB

Baca entri selengkapnya »