Development

Retrospective Meeting – Scrum Series

Posted on

Semenjak bekerja di salah satu software development company, saya menemukan banyak ilmu & wawasan baru, khususnya yang digunakan pada software development. Selain hal-hal yang berbau teknikal, saya juga mendapat wawasan tentang manajemen perangkat lunak, salah satunya Scrum yang bisa dibaca di artikel saya sebelumnya. Ada banyak rangkaian meeting yang dilakukan pada Scrum, tetapi di sini saya akan fokus pada “Retrospective Meeting”.

Sprint Retrospective Meeting (Retro) merupakan meeting yang dilakukan oleh tim di akhir rangkaian meeting selesai dalam 1 sprint. Retro merupakan meeting yang digunakan oleh anggota tim untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja tim tanpa membahas tentang fungsional sistem maupun teknikal. Jadi, bisa diibaratkan Retro merupakan ajang “curhat” bagi tim demi performa yang lebih baik pada sprint selanjutnya.

Langkah awal adalah mengumpulkan anggota tim. Dalam suatu kasus anggota tim bisa saja berada di kota atau negara yang berbeda sehingga tidak mungkin dikumpulkan pada suatu ruangan. Salah satu langkah yang efektif adalah membentuk sebuah conference call (contoh: skype, lync) dan menggunakan tool Pointing Poker. Pada halaman pointing poker, pilih menu ‘Retro’.

Memulai Retro dengan Pointing Poker
Memulai Retro dengan Pointing Poker

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Scrum Methodology

Posted on

Dalam sebuah proses pengembangan perangkat lunak, dibutuhkan proses-proses yang saling terintegrasi yang dimulai dari tahap requirement, design, implementasi, testing sampai dengan deployment. Metodologi yang umum digunakan di Indonesia saat ini yakni menggunakan RUP (Rational Unified Process), di mana tahap-tahap di atas dilakukan secara urut dan terstruktur. Tetapi, seringkali pada proses pengembangan perangkat lunak, ada banyak perubahan yang terjadi karena dinamika perusahaan yang memungkinkan adanya penambahan requirement (permintaan). Kalau sudah begini, jika menggunakan metodologi RUP, tim developer akan mengalami kesulitan jika dihadapkan pada banyaknya perubahan yang terjadi. Untuk menyelesaikan problem inilah, metodologi Scrum diciptakan. Apa metodologi Scrum itu? Apa yang membedakannya dengan RUP?

Scrum Framework
Scrum! – ilustrasi diambil dari http://www.scrumhint.com/agile-glossary/

Scrum saat ini menjadi alternatif yang mulai banyak digunakan dalam proses pengembangan perangkat lunak. Scrum sendiri sebenarnya adalah sebuah framework yang mengimplementasikan proses Agile Development. Untuk menjelaskan bagaimana Scrum mengubah paradigma dalam proses bekerja dan apa perbedaannya dengan RUP, saya akan mencontohkan dengan sebuah ilustrasi berikut.

Sebuah development team beranggotakan sekitar 5 orang, dibagi berdasarkan tahap-tahap yang dilakukan pada proses software development, yakni proses Requirement, Design, Implementation, Testing, dan Deployment. Beberapa saat kemudian tim ini menerima sebuah project dari klien, di mana tim diminta untuk membuat sebuah aplikasi untuk membantu proses bisnis yang klien minta. Karena tim sadar bahwa sang klien adalah seorang petinggi perusahaan yang sedang berkembang, maka tim memutuskan untuk menggunakan Scrum karena kelebihannya yang dapat menerima berbagai perubahan yang mungkin akan muncul pada proses pengembangan aplikasi.

Baca entri selengkapnya »

State Machine Workflow di Windows Workflow Foundation

Posted on

Pada sebuah organisasi atau perusahaan, dikenal dengan adanya sebuah SOP (Standard Operational Procedure) yang melandasi alur kerja yang ada. Dalam pelaksanaannya, para anggota diwajibkan untuk mengikuti SOP yang telah didefinisikan. Alur kerja perusahaan yang semakin kompleks membuat manajemen proses kerja harus diperhatikan dengan seksama, sehingga dibutuhkan teknologi yang dapat mengakomodasi kinerja perusahaan agar tercipta hasil yang maksimal. Saat telah banyak perusahaan yang menggunakan teknologi untuk mengontrol, memonitoring proses bisnis yang ada. Tercatat ada beberapa teknologi dari masing-masing vendor, antara lain Microsoft dengan Sharepointnya, SAP, Oracle dan IBM. Dalam platform teknologi Microsoft sendiri, Windows Workflow Foundation (WWF) menjadi salah satu andalan dalam mendefinisikan dan mengatur kinerja perusahaan agar lebih efektif. Artikel lengkap tentang WWF bisa dibaca di https://fadlikadn.wordpress.com/2013/05/05/wwf-1-workflowtesting/.

Pada Windows Workflow Foundation, ada 2 tipe workflow, yaitu Sequence Workflow dan State Machine Workflow. Sequence Workflow merupakan workflow yang didesan dengan alur top down, di mana alur proses bisnis didefinisikan secara berurutan (sequence). Sedangkan State Machine Workflow merupakan workflow yang mengacu pada state activity yang saling dihubungkan, sehingga lebih dinamis. Baca entri selengkapnya »

Windows Workflow Foundation – #1 Workflow Testing

Posted on Updated on

Kali ini saya ingin membagi wawasan kepada pembaca tentang teknologi dari Microsoft yang bernama Windows Workflow Foundation (WWF)  dan apa saja yang bisa dilakukan oleh teknologi ini? Mari kita simak artikel pengenalan berikut ini.

WWF Logo

Sekilas Windows Workflow Foundation

Windows Workflow Foundation (WWF) merupakan sebuah tool yang dapat digunakan untuk membangun workflow-enabled applications. Pada WWF, workflow didefinisikan sebagai sebuah rangkaian dari tahap-tahap yang berbeda pada sebuah proses. Masing-masing step dapat diibaratkan menjadi sebuah activity. WWF menyediakan beragam library yang dapat digunakan untuk merepresentasikan activity, di mana dapat dimodifikasi secara fleksibel. Activity yang ada dapat dirangkai dengan mudah menggunakan Workflow Designer yang sudah terintegrasi pada Visual Studio 2010.

Diibaratkan pada usaha pencetakan roti. Untuk meningkatkan penjualan, produsen berkreasi dengan membuat roti dengan bentuk yang berbeda-beda, tetapi dengan komposisi bahan yang sama. Nah, jika diibaratkan, WWF ini adalah cetakan rotinya, yang bisa berubah-ubah tanpa harus mengubah komposisi bahan pembuat roti. Semuanya dilakukan saat operasional. Dalam software engineering, berarti WWF ini dapat dijalankan saat sistem tetap dalam keadaan berjalan (running). Ini akan membuat sistem aplikasi menjadi lebih fleksibel dalam melayani performa business process yang dijalankan. Baca entri selengkapnya »

J2EE #CRUD Menggunakan Hibernate-JSF-Primefaces

Posted on Updated on

Repost dari artikel saya di ilmukomputer.

Platform J2EE merupakan salah satu platform handal yang bisa digunakan dalam berbagai aplikasi enterprise. Platform J2EE menyediakan berbagai pilihan teknologi dan arsitektur bagi para developer untuk mengembangkan aplikasinya. Salah satu yang bisa digunakan adalah Hibernate, JSF, dan Primefaces. Dan kali ini kita akan belajar tentang bagaimana cara membangun sebuah aplikasi enterprise sederhana dengan memanfaatkan framework-framework tersebut.

Penasaran? Segera baca selengkapnya di sini. File Source Code bisa didapat di sini.

Nokia Asha 309 Ready

Posted on

Di tengah-tengah pengerjaan beberapa project, saya sempatkan diri untuk mengikuti Asha Developer Competition. Asha Developer Competition merupakan kompetisi yang diadakan oleh Nokia untuk mengembangkan aplikasi Nokia di handphone Nokia Asha. Platform yang diizinkan untuk mengikuti kompetisi ini adalah Web Apps dan Java. Iming-iming yang ditawarkan kepada para developer cukup menarik, developer akan mendapatkan handphone Nokia Asha 309 gratis jika berhasil mem-publish aplikasi di Nokia Store sebelum tanggal 31 Maret 2013.

Dan akhirnya, Nokia Asha 309 berhasil didapatkan.

Nokia Asha 309 Ready!
Nokia Asha 309 Ready!

Alhamdulillah, dengan ini pengembangan aplikasi di platform S40 bisa lebih optimal 😀

MultiSchool, Inovasi Penilaian Hasil Evaluasi Pendidikan

Posted on

Kali ini saya akan mereview salah satu “karya” yang saya kerjakan selama 2 bulan ke belakang dimulai dari Bulan November 2012 pertengahan sampai dengan Januari 2013 minggu pertama. Ini sebenarnya salah satu dari sekian banyak tugas yang saya kerjakan dalam rangka pemenuhan kewajiban tugas kuliah. Tapi dalam pengerjaannya, seluruh data dan analisa dilakukan dengan mengacu pada data yang nyata dengan mengambil sampel data di SMK 1 Wonosobo yang diambil dengan cara observasi data langsung pada guru saya di sana.

MultiSchool, sebuah solusi kreatif dalam bidang pendidikan, khususnya dalam pengumpulan data nilai dari berbagai sekolah pada 1 portal di mana nantinya data-data ini menjadi indikator sistem dalam memonitor kinerja sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya. Sistem ini sangat bermanfaat pada tingkat daerah-daerah di mana akses geografis sulit ditempuh dan integrasi data sangat dibutuhkan untuk memantau kinerja sekolah-sekolah yang ada. Konsepnya adalah dengan cara membangun portal terpusat dan sekolah-sekolah yang ada dapat dengan mudah mengisikan hasil evaluasi anak didiknya pada portal tersebut. Baca entri selengkapnya »