Sonatype Nexus Repository

Posted on

NexusMisalnya kita dihadapkan pada sebuah tim pengembang yang sedang menangani proyek perangkat lunak untuk sebuah instansi perbankan. Perangkat lunak yang dibangun dituntut untuk dapat mensupport dan memaksimalkan kinerja bisnis perusahaan tersebut, dimulai dari layanan transaksi teller, transaksi melalui ATM, e-banking, SMS banking, administrasi kepegawaian, pengecekan suku bunga obligasi dan deposito secara realtime, laporan interaktif yang dapat diakses melalui portal website dan perangkat mobile, layanan customer service, dan berbagai layanan lainnya. Bisa dibayangkan betapa kompleksnya tim yang mengerjakan itu semua. Tim pengembang dibagi lagi menjadi beberapa tim yang fokus pada tugas dan peran masing-masing. Agar perangkat lunak yang dihasilkan berkualitas dan dapat dikerjakan secara efektif, seluruh sub-tim harus saling berkoordinasi satu sama lain untuk merumuskan beberapa aspek dari perangkat lunak yang menjadi dependency dari satu tim dengan tim yang lain. Platform dari perangkat lunak berdasarkan kesepakatan harus sama, sehingga komponen yang digunakan relatif sama. Selain itu, ada tim tambahan yang betugas untuk membangun komponen-komponen yang dibutuhkan namun belum tersedia. Kira-kira, apa yang bisa dilakukan untuk menangani kompleksitas tim besar ini agar tetap terintegrasi satu sama lain sehingga perangkat lunak yang dihasilkan dapat selesai tepat waktu sesuai dengan perjanjian?

Beberapa hari ini saya sengaja fokus mempelajari satu teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan ini. Teknologi yang saya maksud di sini adalah Nexus Repository, sebuah repository management yang dapat digunakan untuk menge-share komponen-komponen yang dibutuhkan dalam sebuah proyek perangkat lunak. Nexus berfungsi sebagai sebuah proxy repository management yang bertugas menampung permintaan (request) komponen yang dibutuhkan oleh workstation PC yang digunakan untuk membangun perangkat lunak. Permintaan komponen yang masuk ke Nexus akan direspon, untuk kemudian dicek apakah komponen yang diminta sudah tersedia di Local Repository. Jika sudah, Nexus akan merespon dengan mengirimkan komponen yang dimaksud  kepada workstation PC untuk kemudian digunakan sesuai dengan fungsi komponen tersebut. Apabila belum, Nexus Repository ini akan me-request komponen yang dimaksud ke Central Repository. Central Repository akan merespon dengan mengirimkan komponen yang diminta ke Local Repository. Local Repository akan melakukan indexing komponen baru, kemudian mendistribusikannya ke Workstation yang me-request komponen. Satu kelebihan dari Nexus ini adalah pengembang dapat melakukan penghematan bandwith yang dibutuhkan untuk me-request komponen yang dibutuhkan dari internet. Dengan Nexus, komponen yang digunakan dalam tim dikumpulkan dan disimpan dalam repository tersendiri, sehingga sub-sub tim yang ada hanya perlu melakukan request ke local repository untuk menggunakan komponen yang diminta. Dokumentasi lengkap seputar Nexus dapat diakses di http://www.sonatype.org/nexus/

Masih bingung, perhatikan video berikut, semoga bermanfaat 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s