Di Balik Konferensi Asia Afrika 1955

Posted on Updated on

Konferensi Asia Afrika merupakan salah satu pertemuan penting antara negara-negara di dunia, khususnya negara-negara di Benua Asia dan Afrika. Konferensi Asia Afrika yang diadakan pada tanggal 18-24 April 1955 dan bertempat di Kota Bandung ini menghasilkan efek yang luar biasa bagi perubahan dunia, apalagi di tengah-tengah perang dingin antara 2 kubu di dunia saat itu. Indonesia sebagai tuan rumah, memiliki peran penting bagi kelancaran jalannya konferensi yang dihadiri oleh 29 negara ini. Untuk mengingat peristiwa bersejarah ini, dibangunlah sebuah museum yang bernama Museum Asia Afrika yang berlokasi di Jalan  Asia-Afrika No.65, Bandung, Jawa Barat.

Di dalam museum ini, terpampang saksi bisu jalannya Konferensi Asia Afrika. Dimulai dari foto, video, media cetak, sampai dengan testimoni dari para tokoh Konferensi Asia-Afrika ini. Testimoni-testimoni dari para tokoh sangatlah menggugah kita sebagai generasi muda untuk terus berkarya mengisi kemerdekaan. Berikut ini saya bagikan testimoni tokoh-tokoh penting Konferensi Asia Afrika yang semoga bisa menginspirasi para pembaca sekalian.

“When the Indonesian Banteng is working together with Egyptian Sphinx, with the Nandi Cow if India, with the Chinese Dragon, with the Champions of Freedom of other countries – when the Indonesian Banteng is able to work together with all the enemies of capitalism and international imperialism throughout the world – ah, then the days of international imperialism will soon be numbered!”

“Jikalah Banteng Indonesia sudah bekerja bersama-sama dengan Sphinx dari Negeri Mesir, dengan Lembu Nandi dari Negeri India, dengan Liong Barongsai dari Negeri Tiongkok, dengan kampiun-kampiun kemerdekaan dari negeri lain, – jikalau Banteng Indonesia bisa bekerja bersama-sama dengan semua musuh kapitalisme dan internasional -imperialisme di seluruh dunia-, wahai tentu hari-harinya internasional-kapitalisme itu segera terbilang!”

Soekarno – Bandung, Maret 1933

Soekarno
Soekarno

 

“Cooperation between Asian Arabic (African) countries is very important, because we are sure that a tight cooperation between those nations definitely will strengthen the effort in gaining the eternal world peace”

“Kerjasama dalam golongan negara-negara Asia Arab (Afrika) kami pandang penting benar, karena kami yakin, bahwa kerjasama erat antara negara-negara tersebut tentulah memperkuat usaha ke arah tercapainya perdamaian dunia yang kekal”

Ali Sastroamidjojo – Parlemen, 25 Agustus 1953

Ali Sosotroamidjojo
Ali Sosotroamidjojo

 

“Liberate the spirit of Asia and you will have peace, not a peace imposed by the sword, but a peace based on good will. The spirit of Asia is essentially pacific”

“Bebaskan jiwa Asia dan tuan-tuan akan memperoleh perdamaian, buka perdamaian dengan paksaan pedang, tetapi perdamaian berdasarkan kemauan baik. Jiwa Asia pada dasarnya adalah jiwa damai!”

Mohammad Hatta – Bierville, Perancis, Agustus 1926

Mohammad Hatta
Mohammad Hatta

 

“Cooperation and solidarity among Asian African nations will bring large advantage in gaining the world space …  So, the most important effort for all the members of Asian African countries in abolishing the colonialism, not only in the Asia Africa region themselves but also other regions in the other continents, where they meet those countries for their history has the same political view”

“Kerjasama dan solidariteit bangsa-bangsa Asia Afrika itu akan besar faedahnya untuk penyelesaian perdamaian dunia … Maka usaha yang penting sekarang ini bagian sekalian anggauta golongan negara-negara Asia Afrika itu ialah likwidasi sisa-sisa kolonialisme itu, baik di daerah Asia Afrika sendiri, maupun di lain-lain daerah di benua-benua lain, di mana mereka menjumpai negara-negara yang karena sejarahnya sendiri juga mempunyai pandangan politik yang sama”

Sunario – Pidato Pembukaan Konferensi Para Kepala Perwakilan Indonesia di Asia, Afrika, dan Pasifik – Jakarta, 9 Maret 1954

Sunario
Sunario

 

“… and Bandung has been the focal centre – perhaps I might ever say the capital of Asia and Africa during this period.”

“… dan Bandung telah menjadi pusat perhatian – bahkan barangkali boleh saya menyebutnya sebagai ibu kota Asia dan Afrika selama waktu ini.”

Jawaharlal Nehru

Jawaharlal Nehru
Jawaharlal Nehru

 

Dan sedikit foto-foto dokumentasi :p

Di Ruang Konferensi Asia Afrika
Di Ruang Konferensi Asia Afrika
Iklan

One thought on “Di Balik Konferensi Asia Afrika 1955

    dla cukrzyka said:
    16 Juli 2013 pukul 11:33

    What’s up, its pleasant post about media print, we all understand media is a fantastic source of data.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s