Kota Bandung #3 – ITB

Posted on

Hari Ketiga, Selasa, 25 Juni 2013. Masih minggu pertama, yang berarti masih libur. Walaupun begitu, saya sudah berkomunikasi dengan pembimbing via email, dan langsung ditugasi untuk mencari informasi terkait lab dan tempat saya bekerja minggu depan. Oke, saya akan melanjutkan cerita seputar petualangan di Bandung. Walaupun sebagai dari kami berempat sudah pernah berkunjung, tetap kurang lengkap rasanya bila kami tidak berkunjung ke ITB (Institut Teknologi Bandung). Bagi saya sendiri, lega rasanya akhirnya dapat berkunjung ke 4 perguruan tinggi besar di Indonesia. Setelah UGM, ITS (kampus sendiri), UI, dan akhirnya tahun ini dapat ke ITB. Dari Gegerkalong, kami menggunakan angkot jurusan Cicaheum-Ledeng, cukup bayar 3000 rupiah.

Sesampainya di ITB kami masuk lewat pintu belakang, dekat sekolah bisnis dan manajemennya ITB. Setelah beberapa waktu berjalan, sampai juga kami di Taman Ganesha, pusatnya ITB. Nah, di sini saya ingin membandingkan dengan kondisi sekitar di ITS. Di ITB, lahan parkir terletak di pinggiran kampus, dan untuk mengakses ke lokasi kuliah kita harus jalan kaki. Bagi mahasiswa yang masuk ke kampus lewat gerbang depan, langsung disambut oleh hijaunya taman. Di sekeliling terdapat lapangan basket dan gazebo bagi mahasiswa yang ingin berolahraga atau sekedar nongkrong. Sedangkan di ITS, parkir terletak terpisah di masing-masing jurusan / fakultas. Jadi kendaraan bisa masuk di seluruh area kampus. Sempat membayangkan bila ITS menerapkan area parkir seperti ITB, bagus memang, tapi para civitas ITS akan merasakan panasnya cuaca Surabaya yang luar biasa menyengat. Bila dibandingkan dengan ITS, area ITB tidak terlalu besar, tetapi pemanfaatan lahannya dilakukan dengan maksimal sehingga tidak ada lahan kosong. Ini juga bisa jadi potensi bagi ITS, dengan lahan yang sedemikian luas, masih sangat potensial untuk membangun lingkungan kampus yang nyaman dan representatif untuk kegiatan akademik maupun non-akademik.

Dan inilah kondisi Taman Ganesha ITB πŸ˜€

Gazebo @Taman Ganesha
Gazebo @Taman Ganesha ITB

Air Mancur & Gedung Teknik Informatika
Air Mancur & Gedung Teknik Informatika
Berpose @Taman Ganeshe
Berpose @Taman Ganesha

Tujuan berikutnya adalah Masjid Salman ITB. Di sinilah pusat kegiatan-kegiatan dakwah dan pelayanan umat. Suasananya? Asri, sejuk, adem, tenang, dan bikin rileks. Saat kita melewati serambi dalam masjid, akan langsung disuguhi kopi dan teh anget gratis. Sangat cocok bagi para civitas yang ingin beristirahat sejenak sekaligus bersantai. Saat kita akan masuk ke masjid, tersedia penitipan sepatu/sandar sehingga kita tidak perlu kuatir akan terjadi kehilangan. Di sekitar masjid terdapat lembaga-lembaga yang menjadi usaha dari Masjid, dimulai dari persiapan Ramadhan, lembaga Amil Zakat, sedekah, maupun aktivitas yang lain. Oiya, jika di ITS dikenal JMMI sebagai LDKnya, di ITB ada GAMAIS yang menjadi pusat aktivitas LDK mahasiswanya.

Langsung saja saya tunjukkan beberapa foto-fotonya.. πŸ™‚

@Tempat Wudhu Masjid Salman
@Tempat Wudhu Masjid
Ruang Utama Masjid
Ruang Utama Masjid
Ruang Utama Masjid Large View
Ruang Utama Masjid Large View
Megahnya Masjid Salman
Megahnya Masjid Salman
Di Depan Masjid
Di Depan Masjid

Kami juga sempat menikmati lezatnya kuliner di kantin ITB. Ada banyak pilihan makanan di sini, harganya berkisar dari 8.000 – 11.000 per porsinya. Memang cukup mahal, tapi sebanding dengan rasanya.. πŸ˜€

Kuliner di Kantin ITB
Kuliner di Kantin ITB

Semoga menambah inspirasi pembaca untuk datang ke Bandung πŸ˜€

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s